
Yogyakarta – Semangat literasi harus terus ditorehkan. Setelah melalui proses kepengurusan selama 2 tahun, pergantian ketua harus dilakukan untuk meneruskan estafet kepemimpinan dari Rais Rahman Hakim (ketua FLP Yogyakarta periode 2023-2025). Pada Ahad, 7 Desember 2025 FLP Yogyakarta menyelenggarakan musyawarah wilayah guna memilih kepengurusan baru dengan bertempat di aula basement SMP IT Abu Bakar Yogyakarta. Dalam sambutannya, Rais menyampaikan agar siapapun nantinya yang akan terpilih sebagai ketua, dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Sidang Pleno pun berlangsung dengan tertib dan lancar. Anang Nugroho sebagai Pimpinan Sidang mengatur jalannya sidang dengan didampingi oleh Siti Maulina sebagai pimpinan sidang 2 dan Qotrunnada sebagai sekretaris sidang. Dalam pembacaan Laporan Pertanggungjawaban diwarnai dengan diskusi interaktif antara koordinator divisi dengan para peserta sidang. Penyampaian evaluasi untuk kepengurusan FLP Yogyakarta periode 2023-2025 disampaikan dengan terang sebagai perbaikan pada kepengurusan selanjutnya.
“Kami berharap komitmen teman-teman FLP Yogyakarta masih tetap ada. Semoga di kepengurusan selanjutnya program-program literasi dapat ditumbuhkan lagi sebagai cerminan FLP yang bergerak dalam literasi,” kata Yuna (FLP Yogyakarta angkatan 20 yang juga menjadi bagian dari divisi karya) ketika memberikan evaluasi.
Saran dari beberapa peserta sidang juga menjadi catatan penting agar kepengurusan FLP Yogyakarta dapat semakin baik lagi.
“Perlunya branding yang kuat untuk FLP Yogyakarta. Konten-konten media sosial seperti Instagram mengikuti perkembangan Gen Z. Sehingga konten di IG tidak harus tertuju pada tulisan fiksi dan nonfiksi. Namun, ciptakan konten video pendek yang sedang diminati oleh kalangan Gen Z,” saran dari Yova Tri Yolanda.
Perwakilan dari BPP FLP, Angga Suprapto juga turut memberikan harapan. “Semoga FLP Yogyakarta dapat membuka cabang, baik itu di Sleman dan Bantul,” ucap beliau yang turut hadir dalam musyawarah wilayah FLP Yogyakarta. Beliau mendukung adanya FLP cabang di Yogyakarta agar semakin banyak anggota yang bergabung dan program yang dijalankan semakin terstruktur. Namun, cabang ini tidak serta-merta langsung berdiri. Perlu persiapan matang dan waktu yang tepat. Sehingga dapat dipersiapkan pelan-pelan, mematangkan progres kepengurusan dan program untuk FLP Yogyakarta. Baru kemudian nantinya bisa dua tahun lagi sudah berdiri FLP cabang di Yogyakarta.
Menuju siang hari, pemilihan calon ketua FLP Yogyakarta untuk periode 2025-2027 pun berlangsung. Pemilihan ini menetapkan beberapa nama anggota FLP Yogya yang sudah masuk dalam jenjang anggota madya dan berdomisili di Yogyakarta. Dari sekian daftar nama yang ada, kemudian dikerucutkan kembali menjadi hanya nama-nama yang hadir berhak untuk dipilih dan pernah menjabat sebagai pengurus. Hingga akhirnya terpilih lima calon ketua FLP Yogyakarta. Kelima nama tersebut antara lain Apriastiana Dian Fikroti, Muflikhin, Rezha Aditya, Intan Elok, dan Fadhila Fatma Pramasti. Namun, setelah mendengarkan alasan kesedian dari kelima calon ketua tersebut Muflih dan Rias secara tegas mengundurkan diri dengan alasan akan pindah ke kota lain dan insya Allah mendirikan FLP di sana. Oleh karenanya, terdapat tiga nama calon ketua FLP Yogyakarta. Dari ketiga nama tersebut dapat dikatakan gampang-gampang susah. Masing-masing memiliki nilai lebih tersendiri.
Sampai kemudian setelah melalui proses musyawarah mufakat, terpilihlah nama Fadhila Fatma Pramasti, S.T. atau yang kerap disapa dengan Lila, sebagai ketua FLP Yogyakarta periode 2025-2027. Bukan tanpa alasan, memilih sosok Lila sebagai ketua adalah jawaban yang tepat. Beliau sosok yang paham keorganisasian, kontribusinya di dalam FLP Yogyakarta terlihat nyata, mengayomi satu sama lain, dan komunikatif. Poin-poin tersebut sangat dibutuhkan oleh ketua FLP Yogyakarta. Seperti mimpi, mungkin itu yang dirasakan oleh Lila. Momen penuh haru ketika beliau mengetahui bahwa dirinya terpilih secara mufakat tidak terbendung. Linang air mata pun tumpah. Sebagai sambutan perdananya sebagai ketua FLP Yogyakarta, Lila menegaskan akan menguatkan kembali 3 pilar FLP, yaitu ke-Islaman, tradisi kepenulisan, dan budaya organisasi di FLP. “Mari sama-sama saling mengingatkan. Jika saya lupa, maka ingatkan. Jika saya keliru, maka luruskan,” pungkasnya.
Dengan dihadiri 15 peserta rapat yang berasal dari berbagai angkatan, Alhamdulillah musyawarah wilayah FLP Yogyakarta dapat berlangsung dengan lancar. Sebagai informasi, pergantian pengurus untuk FLP Yogyakarta ini berlangsung setiap 2 tahun sekali. Demi terus membekali para anggota untuk terus berkomitmen menyalakan api literasi, FLP Yogyakarta bertekad untuk merangkul pegiat literasi yang berdomisili di Yogyakarta. Tahniah untuk Lila, semoga Allah mudahkan dalam menjalankan amanah ini bersama teman-teman kepengurusan baru. Barakallah. Aamiin. (Reporter: Nias)