[Munas VI FLP] Kang Abik: Sambutan Saya, Cukup dengan Pakaian

Ketua Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena (FLP) Habiburrahman El Shirazy menyampaikan sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) VI FLP dengan cara unik. Ia meminta bahwa seluruh isi sambutannya sudah tercermin dalam busana yang dikenakannya.

Dalam acara pembukaan yang berlangsung pada Jumat (17/10) ini, penulis novel laris Ayat-Ayat Cinta ini mengenakan kopiah, atasan batik, syal Palestina, dan sarung.

“Coba artikan secara semiotika, pakaian yang saya pakai hari ini dari atas sampai bawah. Inilah sambutan dari Ketua Dewan Pertimbangan Forum Lingkar Pena, cukup dengan pakaian yang Anda lihat,” tuturnya.

Penulis yang kerap disapa Kang Abik ini menyinggung soal pemberitaan seputar pesantren yang sedang viral di Indonesia. Bahkan, dirinya menambahkan opsi kepanjangan FLP yang sempat disinggung Ketua Umum FLP Gegge Mappangewa yaitu “Forum Lingkar Palestina”.

“Kenapa saya pakai sarung? Karena pas dengan (isu) yang sedang panas di tanah air. Saya sebagai orang pesantren untuk menunjukkan, saya seorang santri. Dan kita tidak boleh melupakan sejarah literasi yang paling awal di masyarakat Indonesia adalah dari pesantren. Ketika sekolah Belanda tertutup untuk umum, para kyai membuka kelas-kelas, mengajarkan ilmu pengetahuan, agar rakyat Indonesia bisa belajar membaca dan menulis. Jadi, FLP juga bisa menjadi singkatan dari ‘Forum Lingkar Pesantren,” ujarnya.

Berkaitan dengan tema acara “Literasi untuk Kemanusiaan”, Kang Abik juga menyatakan, antara manusia, tauhid, dan literasi tidak dapat dipisahkan.

“Beribadah dengan mengesampingkan kemanusiaan itu tidak ada. Tidak ada gunanya literasi kalau tidak untuk memanusiakan manusia.”

Pengarang novelet Setetes Embun Cinta Niyala ini mengakhiri sambutannya dengan mengutip Al-Qur’an surah An-Naml ayat 30, tentang Nabi Sulaiman yang menyampaikan sebuah surat kepada ratu negeri Saba.

“Dengan sebab secarik surat itulah, akhirnya negeri saba berubah dari menyembah matahari menjadi menyembah Allah. Maka, jangan pernah remehkan tulisan,” pungkasnya.

Munas VI FLP berlangsung pada Jumat–Ahad, 17–19 Oktober 2025 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: