Anugerah Pena FLP: Satu Kategori Tidak Bernominasi

Forum Lingkar Pena (FLP) mengumumkan pemenang Anugerah Pena di tengah-tengah berlangsungnya Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 secara daring. Dari beberapa kategori yang ada, pemenang untuk empat kategori disampaikan pada hari kedua, Sabtu (20/11).

Hal unik terjadi ketika Ali Muakhir selaku perwakilan dewan juri dipersilakan menyampaikan nominasi kategori Novel Anak Terpuji. Penulis senior cerita anak ini menyatakan tidak ada nominasi untuk kategori yang baru dicetuskan tahun ini karena tidak memenuhi standar kriteria yang ada.

“Dalam penulisan novel anak, kata kuncinya ada tiga. Pertama, temanya orisinal. Kedua, struktur penulisannya mudah dipahami, menyenangkan, dan tidak membosankan. Ketiga, bahasa yang digunakan sangat ‘menganak-anak’ dan tidak menggurui,” ujarnya.

“Untuk kategori novel anak, dengan sangat terpaksa, nominenya tidak ada. (Dari beberapa novel yang dikirim) Tema dan ide tidak ada kebaruan. Struktur kepenulisan juga tidak gereget dan cenderung biasa saja. Terakhir, bahasa yang digunakan kurang sesuai dengan anak-anak dan menggurui,” papar peraih rekor MURI untuk kategori penulis buku anak terbanyak ini.

Meskipun demikian, Ali memberikan semangat kepada para penulis karena masih banyak lagi tema-tema lain yang bisa diangkat untuk novel-novel anak di Indonesia.

“Apresiasi yang luar biasa untuk yang sudah mengirimkan karyanya. Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman pertama yang tidak membuat teman-teman penulis down, dan pada munas berikutnya ada lagi anugerah pena untuk novel anak dengan karya yang lebih bervariasi,” tutupnya.

Kabar baiknya, tiga kategori lain telah memperoleh pemenangnya. Novelis Azzura Dayana meraih penghargaan pada kategori Novel Umum Terpuji melalui karyanya Altitude 3159 Miquelii (Indiva Media Kreasi, 2019).

Untuk jenis tulisan cerita pendek (cerpen), Restu A. Putra terpilih menjadi pemenang kategori Kumpulan Cerpen Umum Terpuji melalui buku kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Siapa Sebenarnya Ajengan Hamid Sebelum Diburu Anjing-Anjing (Rua Aksara, 2019). Sementara itu, buku Bonus Bahagia karya Umi Kulsum (atau juga dikenal dengan nama Ibu Guru Umi) menyabet penghargaan sebagai Kumpulan Cerpen Terpuji.

Kategori yang tersisa akan diumumkan pada hari terakhir Munas, Ahad (21/11).

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: