Afifah Afra: FLP Gabungkan Manajemen Organisasi dan Jiwa Seni

Pembukaan Munas 5 FLP. Foto: Fadhila Fatma/flpyogya.org

Kehidupan para seniman yang biasanya berjiwa bebas ternyata dapat dikolaborasikan dengan sistem organisasi yang rapi dan teratur di dalam Forum Lingkar Pena (FLP). Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat FLP Afifah Afra dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 FLP, Jumat (19/11), melalui aplikasi Zoom.

“Mungkin teman-teman, para pegiat sastra, sering merasa skeptis, apakah betul organisasi penulis itu bisa di-manage dengan baik, karena mungkin para seniman itu biasanya identik dengan kehidupan yang tidak terpaku aturan,” terangnya. “Tetapi ternyata FLP membuktikan bahwa selama dua puluh empat tahun, kami terus mengembangkan sistem organisasi sehingga menjadi organisasi yang rapi dan berkelanjutan.”

Pentingnya berorganisasi, terang pemilik nama asli Yeni Mulati ini, adalah sebagai upaya agar FLP punya peran yang lebih dominan dalam pengembangan literasi di negeri ini. Mengutip hasil penelitian psikolog sosial David McClelland, dia menjelaskan, “Kondisi literasi di suatu negara sangat berpengaruh terhadap etos kerja dan kesejahteraan masyarakatnya, baik kesejahteraan psikologi, pendidikan, maupun pola pikir. Semakin tinggi dan berkualitas tingkat literasi suatu negara, negara tersebut memiliki satu peradaban yang semakin kuat pula.”

Salah satu persoalan yang hendak diselesaikan melalui perbaikan literasi ini adalah adanya fenomena post-truth, yaitu menjamurnya berbagai hoaks yang berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran itu sendiri.

“Di media sosial, kita melihat masyarakat terbelah di antara pro kontra, dan banyak sekali pihak-pihak tertentu yangg sengaja mengipasi perbedaan-perbedaan ini sehingga akhirnya kita melihat bangsa ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja: kondisi darurat, barangkali,” papar Afra.

Oleh karena itu, waktu pelaksanaan munas yang selalu konsisten pada bulan yang sama dan terpenuhinya kuorum peserta di setiap periodenya, termasuk pada Munas ke-5 yang berlangsung di masa pandemi ini, menunjukkan tingkat komitmen dan sinergisitas yang luar biasa dari para anggota FLP.

“Yang terpenting bagi Munas ke-5 ini adalah tekad dan kehendak dari para delegasi untuk berkumpul untuk mendiskusikan berbagai macam hal yang penting untuk FLP ke depan,” pungkas Afra.

Munas ke-5 FLP berlangsung secara daring pada Jumat-Ahad, 19-21 November 2021. Seluruh tingkat kepengurusan FLP, baik pengurus pusat, wilayah, hingga cabang, mengirimkan delegasinya masing-masing sejumlah ketentuan yang berlaku. *(FFP)

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: