FLP Yogyakarta Luncurkan Program Dana Abadi

Soft Launching Dana Abadi FLP Yogyakarta

Yogya – Forum Lingkar Pena (FLP) Yogyakarta meluncurkan program baru yang diberi nama Dana Abadi FLP Yogyakarta, Ahad (8/8) pagi ini. Menurut Ketua FLP Yogyakarta, Muflihin, program ini menggantikan “Kencleng FLP” yang dulu biasa diputar ketika ada pertemuan FLP Yogyakarta, baik itu rapat, agenda klub, maupun seminar.

“Kondisi pandemi sekarang ini membuat kami susah bertemu,” ujarnya. “Karenanya, kami mencetuskan Dana Abadi FLP Yogyakarta. Harapannya, para anggota keluarga FLP yang ingin bersedekah bisa melakukannya dari mana saja, langsung ke nomor rekening resmi milik FLP Yogya.”

Dana Abadi FLP Yogyakarta ini diproyeksikan bakal menjadi proyek jangka panjang, tidak terbatas saat pandemi. Penggunaannya pun seharusnya bersifat jangka panjang, produktif, dan kontinu.

“Kami akan berusaha menjalankan program ini dengan profesional agar seluruh anggota FLP Yogyakarta dapat mempercayakan sedekahnya kepada Dana Abadi FLP Yogyakarta,” tekan Muflihin. “Karena namanya dana ‘abadi’, ya, sifatnya harus jangka panjang dan berkelanjutan.”

Salah satu rencana pemanfaatan Dana Abadi FLP Yogyakarta ini, menurutnya, adalah pembayaran biaya berlangganan aplikasi Zoom. Dengan kapasitas 500 peserta untuk versi premiumnya, Zoom milik FLP Yogyakarta akan bisa digunakan untuk menyelenggarakan berbagai agenda majelis ilmu, termasuk ilmu kepenulisan maupun keislaman, pelatihan, seminar, rapat, atau forum diskusi baik formal maupun nonformal.

Lebih jauh lagi, aplikasi Zoom tersebut dapat disewakan melalui Lembaga Amal Usaha FLP Yogyakarta.

“Karena pandemi, banyak orang butuh Zoom, khususnya mahasiswa atau organisasi,” jelas Muflihin. “Hasil penyewaan itu bisa kembali menjadi modal berlangganan Zoom selanjutnya, atau kalau keuntungannya melebihi target, bisa digunakan untuk menunjang program-program kebaikan lain sehingga dampak dan efeknya bisa luas.”

Tak kalah penting, pengadaan sekretariat permanen juga menjadi salah satu target yang hendak dicapai melalui program Dana Abadi FLP Yogyakarta.

“Selama ini, sekretariat FLP Yogyakarta masih menumpang di rumah beberapa anggota FLP Yogyakarta,” aku Muflihin. “Ini tentu berpengaruh pada persoalan administrasi dan komunikasi, terutama ketika menginventarisasi barang-barang milik organisasi.”

Yang jelas, pengelolaan Dana Abadi FLP Yogyakarta ini akan dipisah dari pengelolaan keuangan organisasi. Ini karena prioritas penggunaan keduanya berbeda, sehingga diharapkan tidak tercampur. *(FF)

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: